Kisah Si Sufi Dan Si Kikir - TINTA SANTRI

Kisah Si Sufi Dan Si Kikir

 

Seorang Sufi datang mengetuk pintu sebuah rumah. Ia meminta sepotong roti untuk dimakan,"Ini bukan toko roti," kata pemilik rumah dengan ketus. "Jika demikian, apakah engkau memiliki sedikit daging untuk dimakan?. "Memangnya rumah ini terlihat seperti tempat jagal,?" kata pemilik rumah itu lagi.

"Dapatkah kuminta sedikit tepung?."

"Memangnya engkau dengar suara penggilingan di rumah ini?"

"Kalau begitu seteguk air saja,". "Disini tidak ada sumur." jawab pemilik rumah dengan ketus

Apapapun yang diminta si Sufi tadi selalu dijawab pemilik rumah dengan ucapan yang menyakitkan. Ia pada dasarnya tidak mau memberikan apapun untuk si Sufi itu.

Akhirnya si Sufi itu berlari masuk ke dalam rumah, mengangkat jubahnya dan berjongkok seolah hendak buang hajat

"Hei, apa yang engkau lakukan!!," ujar pemilik rumah marah dan heran. "Diam kau orang yang menyedihkan. Tempat kosong seperti ini hanya pantas untuk tempat buang hajat. Karena tidak ada seorangpun atau barangpun yang ada disini, jadi harus diberi pupuk agar menjadi subur."

Kemudian si Sufi melanjutkan,"Jika engkau burung, jenis apakah engkau? kau bukan Elang yang dilatih untuk menjadi peliharaan bangsawan, bukan pula Merak yang mempesona setiap yang memandang, bukan juga Kakak tua yang berkisah lucu. Engkau bukan Kutilang yang pintar bernyanyi dan engkau juga bukan Hud Hud yang membawa pesan Sulaiman atau Bangau yang membangun sarang di tepi tebing."

"Lalu apa engkau ini?.engkau seperti spesies yang tidak dikenal, berdalih untuk mempertahankan harta bendamu. Engkau telah melupakan Dia Yang Maha Kaya yang tidak perduli dengan harta benda, yang tidak mengambil keuntungan apapun dari setiap hubungannya dengan manusia....."

Seseorang yang bakhil harta kekayaanya tiada berkah, meskipun hartanya melimpah tetapi akan selalu kurang dan seolah-olah tidak pernah cukup, itulah yang namanya harta kekayaanya dibinasakan. Dengan harta yang tidak pernah berkah, orang mungkin akan kehilangan harta, diimpa sakit yang tidak pernah sembuh-sembuh dan lain sebagainya yang akhirnya dapat menguras hartanya yang banyak itu.

Kisah dari Nabi Ayub, ketika Nabi Ayub sedang mandi tiba-tiba seekor belalang emas hinggap di lengannya. Nabi Ayub berusaha menepis dengan bajunya. Alloh SWT berfirman "Bukahkah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya,? Nabi Ayub menjawab : "Ya benar, demi keagungan-Mu. Apalah atinya kekayaan tanpa berkah dari-Mu."

Tanpa berkah itu, sesungguhnya harta kekayaan sedang menunggu dibinasakan, karena tidak pernah dsisihkan untuk bersedekah membantu yang susah.

Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa setiap pagi ada dua malaikat berdoa "Ya Tuhan, anugerahkan ganti kepada orang yang bersedekah," dan malaikat yang satu berdoa "Ya Tuhan, binasakanlah orang yang menahan hartanya."

Posting Komentar untuk "Kisah Si Sufi Dan Si Kikir"