Review Kitab : Fathul Izar Karya KH. Abdulloh Fauzi - TINTA SANTRI

Review Kitab : Fathul Izar Karya KH. Abdulloh Fauzi

Tinta Santri - Kali ini Tinta Santri akan menyajikan Review Kitab : Fathul Izar Karya KH. Abdulloh Fauzi, sebuah kitab yang menarik untuk pembelajaran atau pendidikan pra nikah. semoga Review Kitab : Fathul Izar Karya KH. Abdulloh Fauzi ini bisa memberikan manfaat, bagi kita.

kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar tentang wanita, perbedaan kitab fathul izar dan qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, praktek fathul izar, ciri ciri wanita dalam kitab fathul izar, qurrotul uyun & fathul izar, daftar isi kitab fathul izar,

Dari segenap kitab karya ulama nusantara, ada suatu kitab yang sungguh ringkas dan tipis yang cocok untuk dijadikan pemikiran memilih trik yang jitu dalam berhubungan seks. Nama kitab itu yaitu Fathul Izar fi Kasyf al-Asrar li Awqat al-Harts wa Khilqat al-Abkar yang bermakna “Pembuka sarung di dalam dilema seputar waktu terbaik menanam benih dan bentuk keperawanan”. Hasil buah karya dari kyai Abdullah Fauzi ini cukup mempesona karena ditulis untuk kebutuhan kita dalam memilih waktu yang sesuai dan posisi yang tepat untuk melakukan korelasi tubuh.

Sebagaimana kitab-kitab sejenisnya, sang penulis memulai pendahuluan dalam kitabnya dengan ulasan perihal kesunnahan menikah berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits. Kemudian, sang penulis menjelaskan alasannya adalah turunnya surat Al-Baqarah ayat 223

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (223)

“Istri-istrimu ialah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kau sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira terhadap orang yang beriman” (Qs. Al-Baqarah ayat 223)
Penulis menjelaskan bahwa alasannya turunnya ayat ini ialah perkataan orang-orang beriman terhadap tetangga mereka yang beragama yahudi di kota Madinah “Sungguh kami menggauli istri-istri dengan aneka macam gaya mulai dari bangun, duduk, hingga telentang dan kami juga mendatangi istri-istri kami acap kali dari depan kadang kala dari belakang”. Maka, para pemeluk agama Yahudi pun mengolok-olok mereka.

“Sungguh kalian berafiliasi seks layaknya binatang berbeda dengan kami yang hanya melaksanakan kekerabatan seks dengan satu gaya saja karena kitab suci taurat sudah berpesan bahwa melakukan kekerabatan seks selain dengan posisi telentang ialah kotor dihadapan Allah”.

Tak lama kemudian, turunlah ayat tersebut selaku penegasan bahwa orang-orang beriman diperbolehkan menggunakan aneka macam gaya ataupu style apapun dalam bekerjasama seks asalkan tidak memasukkan zakar pada lubang dubur. Penting dicatat bahwa berdasarkan para ulama ada malam-malam tertentu yang baik untuk berafiliasi seks dan ada malam-malam yang harus dihindari, yaitu :

  • Malam Jumat, barang siapa yang sering berhubungan seks di malam jumat pasti akan menciptakan anak yang hafal Al-Qur’an.
  • Malam Sabtu, barang siapa yang sering berhubungan seks di malam sabtu pasti akan menghasilkan anak yang memiliki kelainan mental ataupun abnormal.
  • Malam Minggu, barang siapa yang sering bekerjasama seks di malam ahad niscaya akan menciptakan anak yang suka mencuri ataupun suka berbuat zalim.
  • Malam Senin, barang siapa yang sering berhubungan seks di malam senin pasti akan menciptakan anak yang memiliki masa depan fakir, miskin serta ridho dengan rezeki yang sedikit.
  • Malam Selasa, barang siapa yang sering bekerjasama seks di malam selasa pasti akan menghasilkan anak yang berbakti kepada orang tuanya.
  • Malam Rabu, barang siapa yang sering berafiliasi seks di malam rabu niscaya akan menciptakan anak yang pandai, mempunyai pengetahuan yang luas, serta gampang bersyukur.
  • Malam Kamis, barang siapa yang sering bekerjasama seks di malam kamis niscaya akan menghasilkan anak yang berhati baik dan nrimo
  • Malam Hari Raya, barang siapa yang sering berhubungan seks di malam hari raya pasti akan menciptakan anak yang memiliki enam jari di setiap tangan dan kakinya.

Sedangkan, dalam bekerjasama seks seharusnya memulai dengan "pemanasan" berupa memegang tangan istrinya, meremas buah dadanya, kemudian mencium kedua pipinya dan diakhiri dengan membaca basmalah di saat memasukan zakar ke dalam vagina. Sedangkan posisi ternikmat dalam seks berdasarkan para ulama adalah istri bersiap dalam posisi telentang kemudian suami menindihnya dari atas dan memulai sesi foreplay dari mulai memeluk hangat hingga mencium segenap serpihan yang menumbuhkan hasrat dari tubuh istri. Hingga, pada saatnya nanti istri mulai terangsang tepat maka wajib bagi suami untuk mengawali ‘bercocok tanam’ pada vagina istri dengan tempo perlahan-perlahan agar istri dapat menikmati ‘permainan’ suami.

Dan disunnahkah mengawali "pemanasan" dengan mencium dada istri seraya berdoa “Wa Alqaitu ‘Alaika Mahabbah Minni (dan aku tanamkan kepadamu cinta dariku)”. Kemudian, memasukkan zakar ke dalam vagina seraya membaca surat al-lapang dada, takbir, dan tahlil serta membaca doa “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Agung, ya Allah jadikanlah untuk kami keturunan yang bagus serta lindungilah kami dan segenap rezeki kami dari gangguan setan”.

kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar tentang wanita, perbedaan kitab fathul izar dan qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, praktek fathul izar, ciri ciri wanita dalam kitab fathul izar, qurrotul uyun & fathul izar, daftar isi kitab fathul izar,

Tips memilih keturunan pria dan perempuan
Tips supaya menerima anak pria berdasarkan para ulama ialah dengan mengambil posisi di sebelah kanan ketika hendak ejakulasi kemudian tidur disebelah kanan istri usai berhubungan seks. Kemudian, kelak sewaktu istri sudah menawarkan tanda-tanda kehamilan maka suami dianjurkan mengusap perut istri seraya berdoa “Bismillah, Ya Allah aku berjanji untuk memberi nama anakku dengan nama Muhammad, maka takdirkanlah anak yang dikandung ini berkelamin pria”.

Setelah melakukan korelasi seks, suami dan istri disarankan untuk membersihkan kemaluan keduanya dengan kain ataupun tissu yang bersih. Dan dianjurkan untuk tidak menggunakan kain atau tissu yang serupa dalam membersihkan kemaluan keduanya lantaran hal tersebut mampu mengakibatkan kebencian diantara keduanya.

Sedangkan, menurut para ulama ada sepuluh ciri-ciri perempuan yang mesti dikesampingkan untuk dinikah yaitu; posturnya terlalu pendek ataupun terlalu tinggi, rambutnya tipis, terlalu ceriwis, mandul, berwatak keras kepala, bersikap boros dan suka menghamburkan harta, suka mencuri, suka berhias sewaktu keluar rumah, dan bekas diceraikan orang lain.

Memang masih banyak hal yang tentu tak cukup kalau kita jabarkan seluruhnya. Akan namun, hal terpenting dalam bekerjasama seks yakni niat yang tulus untuk menghasilkan keturunan yang baik yang dapat dibanggakan umat islam. Hikmah dari seluruh uraian para ulama tentang panduan berhubungan seks adalah adanya rasa kasih sayang serta kepedulian suami agar sang istri mampu menikmati setiap detik dalam hubungan badan yang nantinya akan menjadikan jalinan kasih yang harmonis.

 HALAMAN
1 2

Posting Komentar untuk "Review Kitab : Fathul Izar Karya KH. Abdulloh Fauzi"