Sejarah dan Tradisi Lebaran Ketupat - TINTA SANTRI

Sejarah dan Tradisi Lebaran Ketupat

Sejarah dan Tradisi Idulfitri Ketupat



Sudah menjadi tradisi di tanah air bahwa setelah melaksanakan hari raya idul Fitri juga melaksanakan lebaran ketupat, lantas Kapan Lebaran Ketupat 2021? Jawabannya tentunya adalah sehabis kita melakukan puasa 6 hari di bulan Syawal, kalau pada Syawal 2021 ini 1 Syawal pada hari Kamis, maka lebaran ketupat juga berada di hari Kamis, dengan meninjau 1 Syawal adalah hari yang diharamkan berpuasa lalu 2 Syawal hingga 7 Syawal yaitu hari yang dipakai untuk melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal dan diiringi 8 Syawal ialah lebaran ketupat yang pada tahun 2021 ini bertepatan juga pada hari Kamis.

Selanjutnya akan timbul pertanyaan lagi adalah Apa Itu Lebaran Ketupat?

Idulfitri ketupat yakni idul fitri atas selesainya menjalankan puasa 6 hari di bulan Syawal, menyerupai seorang muslim telah melaksanakan puasa selama bulan Ramadhan lantas dirayakan dengan idul fitri idul Fitri.

Filosofi Lebaran Ketupat

Ketupat bergotong-royong sudah ada sejak zaman Hindu-Budha di Jawa. Pada tahun 1600-an, di mana Islam mulai menyebar di Jawa, ketupat diperkenalkan dengan filosofi berarti. Sosok yang memperkenalkan filosofi ketupat yakni Raden Mas Syahid atau yang dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

Pada abad ini, Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat sebagai kuliner dengan filosofi khas lebaran. Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa ialah kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ketupat menjadi simbol perayaan hari raya Idulfitri pada kurun kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah.

Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa ialah kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku lepat artinya yakni mengakui atas kesalahan. Ngaku lepat diimplementasikan dalam bentuk sungkeman di hadapan orang renta. Prosesi sungkeman yakni bersimpuh di hadapan orang renta seraya memohon ampun. Ngaku lepat juga berbentu saling mengakui dan memaafkan kesalahan satu sama lain.

Sedangkan laris papat artinya empat langkah-langkah dalam perayaan lebaran. Empat tindakan tersebut yaitu lebar, luber, lebur, dan labur. Lebar artinya seseorang akan bisa terlepas dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, keberkahan, dan rahmat Allah SWT. Sementara labur artinya bersih.

Tiap elemen dalam ketupat memiliki filosofinya sendiri.

Berikut filosofi ketupat dari makna tiap elemennya:

1. Janur

Janur atau daun kelapa muda menjadi pembungkus dari ketupat. Janur berdasarkan filosofi Jawa ialah kepanjangan dari sejatine nur. Artinya manusia berada dalam keadaan suci sehabis berpuasa bulan berkat. Dalam budaya Jawa, janur juga dipercaya sebagai tolak bala.

2. Bentuk dan anyaman ketupat

Anyaman ketupat memiliki detail rumit. Artinya, hidup manusia juga penuh dengan liku-liku, niscaya ada kesalahan di dalamnya. Anyaman pada ketupat diharapkan menunjukkan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani.

Bentuk sisi empat pada ketupat juga melambangkan keempat nafsu dunia yakni, amarah, rasa lapar, rasa ingin memiliki sesuatu yang indah, dan rasa ingin memaksakan diri. Orang yang mengkonsumsi ketupat diumpamakan sudah bisa mengatur keempat nafsu tersebut selama berpuasa.

Selain itu, bentuk sisi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang memiliki arti empat arah mata angin dan satu pusat adalah arah jalan hidup manusia dimana puastnya yaitu Allah SWT.

3. Isi ketupat

Butiran beras yang dikemas dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kesejahteraan. Ketika ketupat dibelah, warna putihnya melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan.

4. Hidangan pendamping

Ketupat umumnya disantap bersama hidangan pendamping berbahan santan mirip opor, rendang, atau gulai. Santan atau santen mempunyai filosofi Jawa adalah pangapunten atau memohon maaf. Dengan begitu, ketupat mempunyai filosofi mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan.

Tak cuma dihidangkan di Hari Raya Idul Fitri, ketupat juga disuguhkan tujuh hari sesudah Hari Raya, tepatnya di 8 Syawal. Tradisi idul fitri ketupat ini juga diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Pada lebaran ketupat, penduduk menghidangkan ketupat dan kuliner pendampingnya untuk dikonsumsi bareng keluarga dan saudara.

Seperti pembahasan Awal tadi yaknni Idulfitri ketupat dilaksanakan tiap 8 Syawal di mana sebelumnya umat Islam melaksanakan puasa Syawal pada tanggal 2-7 Syawal. Perayaan tradisi idul fitri ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan dengan mengolah masakan ketupat dan mengantarkannya kepada sanak kerabat.

Idulfitri ketupat menurut Islam adalah suatu hal yang sangat anggun, alasannya adalah tradisi jika tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam maka layak untuk dipertahankan.

Posting Komentar untuk "Sejarah dan Tradisi Lebaran Ketupat"