NASIHAT KH. ABDUL HANNAN MA'SHUM (PENGASUH PODOK KWAGEAN) - TINTA SANTRI

NASIHAT KH. ABDUL HANNAN MA'SHUM (PENGASUH PODOK KWAGEAN)

Berikut adalah Nasehat dari KH Abdul Hannan Maksum Kwagean Kepung Kediri yang kami ambil dari potretsantri.com

Teman yg muwafiq paling banyak terdapat di pondok sebab teman pondok kebanyakan saling mengingatkan tolong menolong dalam kebaikan. Setiap orang akan diuji oleh Allah SWT walaupun dia berada dimanapun, dilindungi siapa saja pasti musibah itu akan terjadi sesuai dengan takdirnya dan atas kekuasaan Allah.
Kita harus mengerti zaman, maksudnya adalah kita harus tahu bahwa kita masih muda jadi seharusnya lebih kuat dan lebih giat Untuk beribadah pada Allah
Kita harus melakukan sesuatu dengan istiqomah
Kita harus berjalan dijalan yg lurus walaupun berat rasanya
Tarbiyah itu memang tempatnya untuk anak didik dari segi akhlaknya agar lebih baik. Tarbiyah itu ibarat menanam pohon, masih perlu untuk disiram. maksudnya diberi nasehat agar tumbuh subur. Sedangkan jodoh itu ibarat mur dan baut yang dicampur dalam satu kotak, kadang kadang langsung ketemu dan cocok dan ada yang lama baru ketemu.
Barang siapa yg banyak tertawa maka wibawahnya akan berkurang
Harganya manusia itu tergantung dari ilmunya, pengalamanya dan usahanya.
Jadilah orang yang alim terlebih dahulu kemudian menata hati untuk menjadi manusia yg sempurna. Perbuatan apa yg sering dia kerjakan akan membuat dia menjadi terkenal dengan perbuatanya itu sendiri. Semuanya bisa dirubah asalkan punya keinginan yg kuat untuk merubahnya.
Seorang santri atau orang yg alim itu harus mempunyai sifat suja’ (pemberani), orang alim tapi tidak punya sifat pemberani ilmunya akan berkurang (menyusut), orang yg tidak begitu alim tapi mempunyai sifat pemberani akan berkembang (molor) seperti contoh orang yang berpidato orangnya alim dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya karena tidak mempunyai sifat yg berani ketika tampil didepan semua yang dipersiapkan hilang, sebaliknya orang yg tidak begitu alim tapi mempunyai sifat yang berani dia bisa mengembangkan materinya menjadi lebih menarik dan lebih panjang.
“Sesungguhnya ilmu hikmah (ilmu yg dilakukan) itu akan menambah kemulyaan orang tersebut” seperti contoh orang yg mau zakat. Wiridan itu ibarat menanam pohon, membutuhkan proses yg cukup lama, semakin lama akan semakin besar dan semakin tinggi sehingga semakin besar pula terpaan angin terhadap pohon tersebut, wiridan itu semakin lama semakin besar cobaannya dan ujiannya, ketika mampu untuk melewati ujian tersebut pohon akan dapat berbuah dan kita bisa meni’matinya begitu juga dgn wiridan kalau kita sudah bisa melewati berbagai ujian kita akan mendapat kan buah dari wiridan tersebut.
Kalau ingin merasakan yg namanya ni’mat harus merasakan yg namanya susah terlebih dahulu, karena tidak ada kebahagiaan yang tidak ditempuh dgn kesusahan.
Rahasia dari wiridan itu sangat besar hanya dapat diperoleh dgn jalan istiqomah. Kita harus bisa membagi waktu untuk wiridan, belajar dan berhubungan dgn manusia.
Didekek tulangan nerimo  Didekek kenongo nerimo
Orang kaya yg tidak kuat dengan kekayaannya orang yg diberi kekayaan tapi digunakan untuk ma’siat pada Allah.
Sabar yg bagus adalah sabar yg tidak dicerita-ceritakan.
Yang paling baik dicari oleh seorang pemuda adalah ilmu yg sebanyak banyaknya. Kalau mempunyai ilmu yang banyak menjadi kaya itu mudah, kalau sekarang bermalas malasan besok kita akan menyesal.
Kalau ingin jadi orang yang alim harus hafal dan paham tasrif, harus terus dihafal.
Enaknya dirumah tergantung seberapa besar susahnya dipondok.
Ketika sakit harus diterima karena semua itu merupakan pemberian dari Allah, Allah menurunkan penyakit karena membagi rizkinya pada semua maklhuk, ketika ada orang yg sakit otomatis orang yg jualan obat akan laku.
Romo kiyai itu memberikan ijazah itu ibaratnya memberikan sebuah tunas atau biji terserah pada kita mau kita apakan biji tersebut, kita harus menanam dan merawatnya supaya dapat tumbuh besar sehingga pada akhirnya nanti kita juga yg akan menuai hasilnya.
Lebih baik melakukan satu wiridan secara istiqomah (terus menerus), dari pada melakukan banyak wiridan tapi tidak istiqomah, ibaratnya seperti menanam pohon, satu pohon kemudian dirawat dgn baik dari pada menanam banyak pohon tapi tidak dirawat, yg mungkin akan mati semua.
Kalau dipuji orang bersyukurlah, kemudian kembalikanlah itu semua pada Allah, karena hanya Allah yg patut untuk dipuji dan sesuatu dipuji itu karena Allah memberikan kelebihan pada sesuatu tersebut.
Apabila kamu menjadi pelayan agama, dunia pasti akan melayanimu. Apabila kamu melayani dunia maka dunia akan menjahuimu dan akan menyusahkanmu ingatlah itu.
Kelemahan orang alim yg miskin :
- Agamanya akan kalah dengan orang kafir
- Akan jadi hinaan orang
- Sifat beraninya akan menurun
Menjauhi perbuatan yg harom itu lebih baik dari pada ibadah sunnah.
Sifat males itu menjadikan orang tersesat menjadi rugi karena waktunya akan hilang terbuang sia sia, jadi pemuda harus mempeng ibadah dan bekerja, supaya menjadi sukses.
Yang dikatakan orang yg kaya adalah orang yg besyukur dan menerima pembagian dari Allah, orang yg miskin adalah orang yg tidak bersyukur dan tidak menerima pembagian dari Allah (selalu merasa kurang terus menerus).
Mempunyai ilmu banyak tapi yg diamalkan Cuma sedikit maka sedikit itulah yg akan dia dapatkan.
Syaithon itu menanamkan pada diri manusia sifat takut untuk miskin supaya manusia belomba lomba untuk mencari dunia dan melupaka untuk beribadah kepada Allah.
Jangan terlalu memikirkan nasib kita yg akan datang karena belum tentu besok kita akan masih hidup jadi sekarang beramal lah yang sebanyak2nya
Do’a itu pasti dikabulkan kalau tidak diberikan pada dirinya mungkin akan diberikan pada anak turunnya atau mungkin diberikan pada tetangganya, jadi jangan pernah untuk lelah berdo’a kepada Allah karena suatu saat pasti akan dikabulkan oleh Allah.
Walaupun punya banyak harta tidak akan cukup untuk membahagiakan semua orang karena harta akan terus bekurang ketika diambil, tapi dengan akhlak yg bagus kita bisa membahagiakan semua orang karena akhlak tidak akan bisa habis walaupun digunakan terus menerus bahkan akan menjadi lebih baik.
Ujian atau cobaan itu ada dua macam:
- Ujian yang ni’mat, seperti jatuh cinta
- Ujian yang tidak enak seperti sakit
Tapi biasanya orang tidak kuat ketika dihadapkan pada ujian yg ni’mat
Rizki itu ibarat ikan: Rizki itu sudah dijamin oleh allah, setiap orang itu pasti mempunyai rizki (rizki itu sudah ada dan sudah ditetapkan oleh allah), begitu juga dengan ikan sudah ada dalam laut, agar kita bisa mengambil rizki tersebut kita harus usaha lahir dan batin, usaha lahir dengan bekerja dan usaha batin dengan berdo’a, sama dengan ikan dilaut sudah ada tapi kita harus berusaha supaya bisa mendapatkanya, bersabar serta dengan berdoa’ itu ibarat pancingnya, untuk itu diperlukan umpannya yaitu dgn shodaqoh semakin besar umpan yang dipasang semkin besar ikan yg akan diperoleh.
Ngaji itu harus sabar karena dgn ngaji manusia dapat memperoleh kebahagian dunia dan akhirat pancen susah banget.
Di pondok itu ibaratnya berada dipenjara suci. Ulat itu menjijikkan dan makannya adalah dedaunan, tapi ketika menjadi kupu2 semua orang menyukainya dan makanannya adalah sari bunga. Orang yg mempunyai ilmu itu tidak selalu kaya, walaupun dia seorang sarjana, atau orang yg alim belum tentu menjadi orang yg kaya, karena ilmu tidak ada hubunganya dgn dunia.
Anak yg masih kecil jangan dibiasakan makan makanan yang enak enak dan fasilitas yg berlebihan karena kalau sudah terbiasa dengan fasilitas yg mewah ketika diberi sesuatu yg tidak enak pasti dia tidak mau (tidak bersyukur).
Wiridan itu mendo’akan do’a, allah itu lebih tahu akan kebutuhan hambanya.
Semua kejadian sandarkanlah kepada allah maka hati kita akan merasa tenang dan tentram
Kalau ingin berhasil melakukan sesuatu:
- Istiqomah
- Hidmah
- Sholat jamaah

Posting Komentar untuk "NASIHAT KH. ABDUL HANNAN MA'SHUM (PENGASUH PODOK KWAGEAN)"